02 March 2016


           Hujan pagi ini begitu deras, mungkin langit juga tahu, bahwa hari ini adalah hari pertama masuk kuliah di semester genap. Hujan seolah mewakili sebagian perasaan mahasiswa yang agak sedikit malas untuk masuk kuliah. 


Namun tak berselang lama, mentari pagi yang cerahpun muncul, menghempaskan awan-awan pembawa hujan. Seolah memberikan sugesti dan semangat baru untuk menjalani hari-hari di bulan yang baru ini.

Yap, 1 Maret 2016.

Setelah agak sedikit lama berlibur, akhirnya kita semua, khusunya saya, harus kembali menjalankan rutinitas sebagai mahasiswa.Akan ada beberapa hal yang dimulai pada hari ini. Semua orang akan memulai hal baru, di hari yang baru, bulan yang baru, dan masih sedikit ada aura tahun  baru pula di 2016 ini. 

Sebagaimana langit yang sudah mengawali hari ini dengan hujan deras dan semangat baru. Begitu juga dengan saya, di awal  maret ini saya akan mencoba sesuatu yang baru, mencoba menceritakan hal-hal yang menurut saya layak untuk diingat.

Saya adalah mahasiswa semester 2, di salah satu kampus negeri yang berlabelkan ibu kota. Bujang asal Tasikmalaya dengan darah sunda yang sangat kental. Entah mengapa, dan entah bagaimana orang yang lebih mirip nobita ini bisa  melangkahkan kakinya di Ibu Kota, yang jelas saya hanya yakin segala sesuatunya sudah dirancang dalam skenario Tuhan Yang Maha Esa

Ceritanya sih lulusan pesantren salaf. Dan setahu saya, orang-orang selama ini beranggapan bahwa produk pesantren hanya bisa ngaji dan ceramah. Kata siapa? Lihatlah saya! Saya gak bisa dua-duanya.

Mungkin itu sedikit tentang saya.





Selamat datang di bungkusroti.blogspot.com
Filosofinya sih sederhana,  ketika kemaren saya sedang bikin blog ini, sambil kumpul-kumpul bareng temen, -namanya ino, dia ngasih saya satu bungkus roti rasa cokelat.

Saya pun memandang roti itu sejenak, hingga akhirnya Saya mendapat sebuah pencerahan.

Roti, atau makanan apapun itu, merupakan sesuatu yang penting atau enak. Sehingga kita terkadang terlalu fokus pada makanannya dan mengabaikan kemasan atau wadahnya. Padahal, wadah merupakan bagian penting yang tak terpisahkan dari makanan. Seenak apapun makanan itu, kalau tidak dibungkus atau dihidangkan diatas wadah maka tidak akan bisa  dinikmati.

Berangkat dari hal itu, saya  mengambil kata “bungkus roti” sebagai simbol tentang hal-hal yang keliatannya memang biasa saja, tapi bagi saya itu berharga.



So,

Selamat pagi, selamat beraktivitas, selamat memulai hal yang baru,
Dan selamat datang di bungkusroti.blogspot.com







Reaksi:

1 comment:


  1. index:obathammer.id
    index:obatkuatcialis.id
    index:jualmaxman.com
    index:obathammerofthor.id

    ReplyDelete

Total Tayangan

Popular Posts