30 September 2016



*bukan iklan

Jadi gini, sekitar sebulan yang lalu gue mulai mencoba sesuatu yang baru disini. Gue buka praktek bekam. Dulu, ketika gue mulai masuk aliyah, gue mulai belajar tentang bekam dan segala hal yang berkaitan dengannya. Gue belajar dari bapak gue sendiri, kebetulan dia adalah orang yang memang mumpuni dalam bidang  bekam dan hal pengobatan lainnya. Sama dengan gue, sekarang bapak gue juga tinggal dan kerja di daerah Jakarta Selatan tepatnya di Gandaria. Yah, kami memang lumayan punya banyak family di daerah Ibu Kota ini.

Balik ke ngomongin bekam, gue hanya ingin mencoba untuk mandiri di usia gue yang mulai kepala dua ini. (bentar lagi tanggal 03 Oktober dan usia gue genep 20 tahun, udah muai tua juga ye). Sebenarnya untuk konsep bekam yang gue lakuin adalah perpaduan dengan pijat refleksi (kalo bahasa kampungnya sih “urut”). Jadi, sebelum gue bekam pasien-pasien gue, gue pijat mereka dari mulai ujung kaki sampe ujung kepala. Sungguh konsep yang sederhana sekali. Tapi, walaupun gitu, “mijat”sendiri bukan hal yang sembarangan dan tidak bisa dilakuin oleh sembarang orang, hanya orang-orang tertentu yang sudah faham tentang titik-titik anatomi tubuh saja yang boleh melakukannya.
Sebulan telah berlalu semenjak gue pertama kali bekam orang di daerah ciputat ini, dan bila dihitung, kira-kira sudah ada 50 orang yang gue “pegang-pegang” dan gue bekam. Untuk masalah tarif sendiri, sebenarnya gue ngasih tarif yang murah meriah untuk kalangan mahasantri dan mahasiswa disini, dan untuk kalangan luar mahasiswa, gue gak masang tarif. Dan gue sendiri siap untuk mendatangi tempat-tempat dimana ada pasien yang butuh jasa gue. (untuk sekarang, ruang lingkupnya masih daerah ciputat aja sih).  Sebagai contoh, beberapa minggu ke belakang, gue baru aja bekam ibu ibu 40 tahunan di daerah kampung utan.
Sekedar pengetahuan, ada beberapa cara dan metode dalam berbekam. Ada yang pake jarum, pisau, bahkan masih pake tanduk. Dan gue sendiri memakai jarum dan alat cuping yang udah lumayan modern. Dengan alasan biar lebih higenis aja.
Untuk manfaat dari bekam itu sendiri adalah mengeluarkan darah-darah kotor yang menumpuk di bawah permukaan kulit. Darah-darah kotor yang timbul dari angin luar, makanan-makanan yang kurang sehat, dan dari sisa darah yang tidak berfungsi akibat pola hidup yang kurang sehat. Dan perlu diketahui, apabila darah ini terus tertimbun, maka akan menjadi bibit penyakit.
Jadi, jika ada yang bilang bahwa bekam adalah obat segala penyakit, itu gak salah juga, karena konsep bekam itu sendiri adalah menghilangkan darah kotor yang akan menjadi sumber-sumber penyakit. Faham kan??
Satu hal lagi, berbekam gak sakit ko.. hehehe

Untuk tulisan ilmiah tentang hijamah atau bekam itu sendiri, Insya Alloh gue sampein kapan-kapan di postingan yang selanjutnya..

Jadi gimana?? Udah minat untuk berbakam??




Berikut adalah beberapa potret kecil ketika gue bekam orang...


* yang gue bekam diatas adalah orang-orang yang berpengaruh di pondok gue.




*dan yang ini, adalah orang-orang yang berpengaruh dikampus  gue





*yang ini, orang yang berpengaruh di angkatan anak baru.


*dan ini, ini gue. Orang yang mempengaruhi orang-orang untuk berbekam.. wkwkk



Mungkin gitu aja dulu… sampai jumpa dipostingan selanjutnya.



Reaksi:

1 comment:

Total Tayangan

Popular Posts