30 April 2017

Kedua lafadz tersebut merupakan kata dasar (masdar) dari masing-masing kata دام (dãma) dengan خلد (khalada) yang mempunyai arti sama, yaitu "Kekal/Abadi". Hanya saja secara makna, keduanya memiliki sedikit perbedaan.

Lafadz دوام biasanya digunakan untuk sesuatu yang bersifat kekal dan tidak terkait oleh waktu (kekal mutlak). Biasanya digunakan untuk Tuhan (Allah Swt) yang mempunyai sifat baqa'/abadi.

Contoh :

إن الله لم يزل دائما
"InnallÃha lam yazal dãiman"
Sesungguhnya Allah adalah Zat yang selalu kekal/abadi.

Kalimat tersebut jarang diungkapkan dengan redaksiإن الله لم يزل خالدا , karena redaksi seperti ini mengindikasikan kalau sifat abadinya Allah itu punya permulaan, padahal hakikatnya Allah bersifat kekal/ mutlak (tidak punya permulaan).

 Gambar ; twitter.com


Sedangkan lafadz خلود biasanya digunakan untuk sesuatu yang kekal  tapi kekekalan mempunyai permulaan.

Contoh :

خالدين فيها أبدا
"Khãlidîna fîhã abadan"

Mereka kekal di dalamnya (surga/neraka semenjak mereka dimasukkan ke dalamnya(

Ungkapan tersebut seringkali Allah sebutkan dalam al-Qur'an untuk menyifati kekekalan orang-orang yang beriman atau orang-orang yang kafir, masing-masingnya, dalam sorga dan neraka semenjak mereka dimasukkan ke dalamnya.


Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Total Tayangan

Popular Posts