29 April 2017

Bagi anda para penggemar dan pembaca buku-buku arab, -baik yang klasik atau modern- pasti tidak asing lagi dengan dua kata ini;

Lafadz مصنف (mushannif)  dan lafadz مؤلف (muallif)  merupakan isim fail (bentuk pelaku) dari masing-masing kata صنف (shannafa) dengan ألف (allafa) yang mempunyai arti sama, yaitu "Menyusun/Mengarang". Hanya saja secara makna, keduanya memiliki sedikit perbedaan.

Lafadz مصنف biasanya digunakan untuk penulis karya yang bersifat mandiri (penelitian sendiri), tidak berupa kumpulan kutipan-kutipan atau nukilan dari pendapat orang-perorangan. Istilah tasnif lebih cenderung dimaksudkan untuk karya khusus terkait satu cabang keilmuan.

Contoh :


(Shannaftu hãdza al-kitãb)

Saya telah mengarang kitab ini.


Kalimat diatas mengandung makna bahwa kitab tersebut adalah karangan asli penulisnya tanpa ada penukilan dari berbagai sumber, dan juga membahas sebuah bidang keilmuan secara khusus.

 www.salafyah.blogspot.com

Sedangkan lafadz مؤلف biasanya digunakan untuk penulis karya yang kontennya tidak murni dari pemikiran penulis sendiri, dalam artian mengutip dari berbagai sumber dan referensi. Sehingga Istilah ta'lif pada hakikatnya lebih umum dari istilah tashnif.

Contoh :
ألفت هذا ألكتاب (Allaftu hãdza al-kitãb)

  
Saya telah menyusun kitab ini

Kalimat diatas mengandung pengertian bahwa kitab tersebut berisi kumpulan pendapat peneliti, dalam artian bukan murni pemikiran penulisnya. 

Semoga Bermanfaat...
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Total Tayangan

Popular Posts