01 May 2017

sumber ; doc pribadi



Judul               : Marmut Merah Jambu.
Penulis             : Raditya Dika.
Penerbit           : Bukune.        
Kota Terbit      : Jakarta.
Tahun Terbit    : 2010.
Cetakan ke-     : V.
Deskripsi       : vi + 222 hlm; 13 x 20cm.


ISBN               : 602-8066-64-8.



                         



Pendahuluan

            Novel ini berjenis non-fiksi komedi, namun tidak seperti novel komedi pada umumnya, novel ini berisi perjalanan cinta pengarang yang dibalut dengan unsur komedi. Jumlah keseluruhan bab dalam novel ini adalah 13 bab.

Sinopsis
            Cerita dalam buku ini dimulai ketika Dika dan dua orang teman SMPnya menyimpan perasaan suka secara diam-diam kepada teman wanita mereka. Namun mereka enggan untuk menyampaikan perasaan tersebut karena saat itu mereka dianggap culun.
Lalu ketika SMA, Dika kembali satu sekolah dengan wanita yang dia taksir dulu, namanya Ina. Dika akhirnya mencoba melakukan pendekatan kepadanya. Dika mencoba beberapa kali mengajak Ina berkencan dan akhirnya berhasil. Sejak saat itu mereka berdua sering jalan bersama, namun pada akhirnya mereka harus berpisah karena Dika kuliah di luar negeri. Beberapa tahun kemudian mereka mencoba mengatur pertemuan dan berhasil. Kini Dika menjadi seorang penulis sementara Ina menjadi Event Organizer.
Saat  pertemuan itu, Ina bercerita kepada Dika mengenai laki-laki yang ditaksirnya sejak SMA lalu. Namun ternyata, laki-laki yang ditaksir Ina memberitahu padanya bahwa ia telah berpasangan. Dika pun berpikiran akan memberitahu Ina bahwa ia tengah menulis buku berjudul Marmut Merah Jambu dimana akan disisipkan bab tentang perasaan cinta Dika pada Ina yang tak pernah terbalas. Namun Dika mengurungkan niatnya. Akhir pembicaraan, Dika meminta Ina supaya hubungan mereka berdua tetap seperti itu.
Novel ini ditulis Raditya Dika dengan berusaha memahami apa itu cinta dengan mengintrospeksi dirinya berdasar pengalaman pribadinya selama ini. Dan sampai pada halaman terakhir yang ditulisnya, dia tetap tidak mengerti apa itu cinta, sama ketika dia mengawali buku ini pada halaman pertama.
Dika merasa seperti seekor marmut merah jambu yang terus–menerus jatuh cinta, loncat dari satu relationship (hubungan) ke relationship yang lainnya, mencoba terus berlari di dalam roda bernama cinta, seolah–olah maju, tapi tidak. Karena sebenarnya hanya berjalan-jalan di tempat.

Seperti marmut yang tidak tahu kapan harus berhenti berlari di roda yang berputar, yang kenyataanya setiap saat dia selalu berpikir “apakah ini saatnya berhenti?”


Unsur Intrinsik

Tema                           :  tema sosial – pengalaman pribadi
Alur                             :  maju
Penokohan                  :  -Dika                  : dungu, jenaka, terlihat culun,   pandai memecahkan kasus.
                                       -Ina                     :  populer, baik, gengsian.
                                       -Mama                 :  panik, sayang anak-anaknya.
                                       -Edgar                 :  tidak mau rugi.
                                       -Grup Detektif    :  konyol, hebat.
                                       -Ara                     :  baik, sahabat sejati.
Sudut pandang            :  orang pertama pelaku utama.
Latar
a.       Tempat      :  sering disebutkan daerah-daerah Jakarta selatan.
b.      Waktu       :  berhari-hari.
c.   Suasana     :  lebih menggambarkan suasana hati Dika yang terkadang senang juga terkadang miris.

Unsur Ekstrinsik

Nilai-nilai                    :  nilai sosial tentang percintaan remaja.
Bahasa                         :  bahasa sehari-hari.
Gaya cerita                  :  diceritakan secara sederhana namun jenaka.
Kepengarangan           : adalah seorang penulis novel populer yang terkenal     dengan novel- novelnya yang menceritakan tentang pengalaman pribadi.




Keunggulan
            Novel ini memiliki desain cover yang menarik perhatian, karena terlihat lucu dengan foto Raditya Dika yang wajahnya menyerupai marmut ditambah desain-desain ornamen unik. Bahasa yang digunakan juga sangat ringan karena ia menggunakan bahasa sehari-hari anak remaja. Banyak hal-hal menarik seputar fenomena kehidupan anak remaja yang ditulisnya yang membuat novel ini lebih hidup ketika dibaca oleh kaum remaja.

Kekurangan
             
            Satu hal  yang mungkin harus dikritik dari Raditya Dika adalah kurangnya penggambaran unsur tempat dan suasana sekitar dalam setiap kejadian yang ditulis dalam  buku-bukunya. Bagi seorang novelis, hal itu memang sangat penting, namun bagi pencerita seperti Raditya Dika, hal itu tidaklah masalah.


Kesimpulan


            Novel ini sangat menarik karena berjenis non-fiksi komedi, mudah dipahami karena menceritakan pengalaman pribadi sang penulis. Bahasa dan topik yang digunakan dan diangkat juga ringan dan sangatlah “mengena”.   Dan disamping itu, secara keseluruhan novel ini sangatlah cocok untuk mengisi waktu luang sambil menghibur diri.


*** Resensi in diajukan untuk memenuhi tugas UTS Matkul Bahasa Indnesia Semester 2 BSA, Fakultas Adab dan Humaniora Uin Jakarta
Reaksi:

3 comments:

  1. ternyata ente baca novel2nya raditya dika juga cep

    ReplyDelete
  2. BOLAVITA SITUS JUDI ONLINE TERPERCAYA

    NEW MEMBER BONUS SPORTBOOK 10%

    NEW MEMBER BONUS LIVE KASINO 10%

    NEW MEMBER TEMBAK IKAN 10%

    NEW MEMBER SABUNG AYAM 10%

    NEW MEMBER TANGKAS GAME 10%

    ROLLINGAN KASINO LIVE ( BONUS RELOAD 0.7% )

    BONUS CASHBACK MINGGUAN SPORTS HINGGA 10%

    POTONGAN TOGEL ONLINE KLIK4D DAN ISINLIVE FULL

    BONUS REFERENSI KAWAN 7%


    Dan masih banyak lagi bonus-bonus lainnya yang bisa anda dapatkan.

    Tunggu Apalagi Langsung Daftar & Bermain bersama kami

    Untuk Informasi lebih lanjut silahkan Hubungi Customer Service kami :


    Boss Juga Bisa Kirim Via :
    Wechat : Bolavita
    WA : +62812-2222-995
    Line : cs_bolavita
    BBM PIN : BOLAVITA ( Huruf Semua )

    ReplyDelete

Total Tayangan

Popular Posts