26 December 2017






Judul Buku      : Lorong Midaq
Judul Asli        : Zuqaaq al Midaq
Penulis             : Naguib Mahfouz
Penerjemah      : Ali Audah
Penerbit           : Yayasan Obor Indonesia
Kota Terbit      : Jakarta, Indonesia
Tahun Terbit    : 1991
Cetakan ke-     : 1
ISBN               : 979-461-099-2
Deskripsi         : x+422 hlm; 17cm

Pendahuluan

            Novel Lorong Midaq merupakan sebuah novel karya sastrawan mesir ternama yang meraih penghargaan nobel pada tahun 1988; Naguib Mahfouz. Novel ini ia tulis pada tahun 1947 dan menjadi novelnya yang ke 8 pada  saat itu. Sederhananya novel ini bercerita tentang kehidupan sehari-hari warga mesir khususnya daerah Midaq pada masa penjajahan Inggris dan Perancis di Mesir. Novel ini secara tidak langsung mengangkat pelbagai sikap dan karakteristik penduduk dalam menyikapi kekacauan zaman ketika perang terjadi. Ada yang putus asa dan menyerah pada keadaan, ada juga yang tetap bersemangat dalam menjalani kehidupan dengan harapan bahwa hari esok akan lebih baik.

Sinopsis

            Seperti sebuah pemukiman pada umumnya, lorong Midaq juga memiliki segudang cerita dari para penduduknya. Cerita bermula pada suatu siang yang terik ketika Nyonya Saniya Afifi datang mengunjungi apartemen Ummu Hamida, seorang wanita yang terkenal sebagai pakar perjodohan dan biang gosip di kawasan lorong Midaq. Maksud kedatangan Nyonya Saniya adalah untuk meminta bantuan kepada Ummu Hamida agar dicarikan suami baginya meskipun kini umurnya tak lagi muda. Kesendirian Nyonya Saniya dalam menjalani hidup terasa berat tanpa adanya seorang laki-laki di sampingnya, sehingga tidak salah bila ia meminta bantuan kepada Ummu Hamida yang terkenal sebagai mak comblang itu.

            Suasana malam di lorong Midaq selalu sunyi, kecuali di sebuah warung kopi yang selalu buka 24 jam dan merupakan tempat bertukarnya segala informasi yang ada di lorong Midaq. Semua golongan masyarakat selalu meramaikan warung kopi milik keluarga Kirsya ini, dari mulai tokoh terpelajar dan tokoh-tokoh pedagang kecil di lorong Midaq.

            Keluarga Kirsya merupakan salah satu penghuni lorong Midaq. Pertengkaran dan percekcokan selalu datang dari keluarga Kirsya, sebab istri Tuan Kirsya yakni Ummu Husain, merasa malu dan sudah tidak tahan lagi dengan kelakuan Kirsya yang menyimpang yaitu sebagai seorang penyuka sesama jenis (homoseksual). Akhirnya pertengkaran tersebut menjadi salah satu faktor kepergian Husain, anak semata wayang mereka, menuju Tall al-Kabir.

Dengan memanfaatkan situasi pasca perang dunia II Husain mengajak sahabat karibnya Abbas Hilu pergi menuju ke Tall al-Kabir untuk bekerja kepada tentara Inggris. Karena iming-iming gaji yang melimpah akhirnya Abbas Hilu menerima ajakan kawannya tersebut. Abbas pun pergi meninggalkan lorong Midaq seta kedai cukur kesayangannya. Ia berharap sekembalinya dari Tall al-Kabir nanti ia dapat menikah dan membina sebuah rumah tangga dengan pujaan hatinya, Hamida.

Hamida adalah seorang gadis cantik yang angkuh, tidak tahu sopan santun dan mata duitan. Abbas tidak tahu bila Hamida menerima lamarannya hanya karena lantaran Hamida sudah tidak tahan dengan omelan ibunya yang kerap kali menyuruhnya untuk segera menikah. Ia menerima lamaran Abbas bukan karena cinta tapi karena terdesak oleh keadaan. Setelah kepergian Abbas ke Tall al-Kabir, Tuan Salim pemilik perusahaan parfum datang ke rumah Ummu Hamida untuk melamar Hamida. Karena sifatnya yang mata duitan tersebut maka Hamida dengan mudahnya menerima lamaran tersebut meskipun sebelumnya ia telah menerima lamaran Abbas. Akan tetapi takdir berkata lain keesokan harinya Tuan Salim terkena serangan jantung dan mengalami stroke sehingga dia  harus duduk di atas kursi rodanya selama hidupnya. Hamida yang mendengar kabar tersebut segera menarik kembali ucapannya dan menolak lamaran Tuan Salim.

Suatu hari Hamida bertemu dengan seorang lelaki tampan yang selalu berpenampilan mearik bernama Faraj Ibrahim. Pria kaya tersebut dengan mudah membuat Hamida jatuh hati padanya. Karena sudah tergila-gila dengan Faraj, Hamida pun rela meninggalkan lorong Midaq untuk hidup bersama Faraj. Setelah tinggal dengan Faraj, Hamida harus menerima kenyataan pahit bahwa ternyata Faraj adalah seorang mucikari. Faraj memberikan pilihan kepada Hamida untuk pergi atau tetap tinggal bersamanya akan tetapi menjadi salah satu pelacurnya. Karena silau dengan harta Hamida pun memilih pilihan kedua dan mulai menjalani kehidupan barunya sebagai seorang pelacur.

Di lorong Midaq, Abbas Hilu yang baru tiba dari Tal al-Kabir sangat terpukul ketika menerima berita akan hilangnya Hamida. Keesokan harinya Abbas dan Husain memulai pencarian Hamida di kawasan baru Mesir. Setelah berhari-hari mencari akhirnya Abbas menemukan Hamida di sebuah toko bunga. Hamida menceritakan pekerjaan barunya pada Abbas dan ia mengatakan bahwa ia dipaksa oleh Faraj untuk melakukan semua ini. Mendengar cerita Hamida, Abbas langsung naik pitam. Ia pun merencanakan untuk menghajar Faraj. Keesokan harinya Abbas dan Husain pergi ke sebuah bar tempat Hamida bekerja. Akan tetapi apa yang dilihat oleh Abbas dan Husain sungguh sangat berbeda dengan yang diceritakan oleh Hamida. Mereka melihat Hamida duduk manja di pangkuan seorang tentara Inggris dan tertawa mesra bersamanya. Hal tersebut membuat Abbas gelap mata dan langsung menyambar sebuah botol bir dan menghantamkannya ke kepala Hamida. Perbuatan Abbas tersebut membuat Hamida terluka dan memancing emosi para tentara Inggris. Abbas langsung dikeroyok oleh tentara-tentara tersebut hingga kemudian ia harus kehilangan nyawanya di bar tersebut.

Untuk beberapa hari, kejadian-kejadian tersebut membuat heboh seluruh penghuni Lorong Midaq. Namun setelah hari-hari itu berlalu, suasana lorong kembali sepertis semula seolah tidak terjadi apa-apa.  Cerita ini diakhir dengan kepergian Tuan Ridwan Husaini seorang tokoh masyarakat yang sangat dikagumi seluruh midaq pergi untuk beribadah Haji.

Unsur Instrinsik

 A.Tema    : Sosial, Keagamaan.
B.  Alur     : Maju
C. Penokohan       :

1. Ny. Saniya Afifi :Seorang janda tua pelit yang ingin menikah dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi.

2. Ummu Hamida :Ibu dari Hamida, seorang Wanita pakar perjodohan yang pintar dalam mengelabui pelanggannya agar membayar dengan harga yang tinggi.

3. Hamida :Wanita muda yang buruk perangainya, tidak memiliki sopan santun, pandai berbohong dan haus akan harta.

4. Abbas Hillu :Pemuda baik hati yang rajin bekerja dan memiliki semangat yang tinggi. Namun matanya menjadi gelap karena cintanya pada Hamida.

5. Pak Kamil :Penjual roti, sahabat Abbas Hillu yang polos dan menjunjung tinggi nilai persahabatan.

6. Husain Kirsya :Pemuda yang membenci lorong Midaq dengan semua hal yang ada di dalamnya. Dia memilih pergi    meninggalkan lorong Midaq, walaupun pada akhirnya ia kembali lagi ke lorong Midaq karena merupakan satu-satunya tempat ia pulang.

7. Kirsya :Pemilik warkop yang sangat tebal muka, kasar, dan terus mengulangi kesalahannya.

8. Ummu Husain:Istri Kirsya yang sering berkelahi dengan suaminya karena suaminya yang tak mau bertobat. Namun di        lubuk hati yang paling dalam, ia tetap mencintai suaminya.

9. Zaita :Seorang pemberi cacat buatan bagi orang-orang yang ingin menjadi pengemis, sangat membenci kebersiahan, tidak pernah mandi sampai puluhan tahun.

10. Ja’da : Seorang pembuat roti yang cenderung agak bodoh dan   sering dimarahi istrinya.

11. Tuan Salim :Pria tua pemilik pabrik yang sangat mencintai hartanya sampai-sampai tidak memperdulikan kesehatan dan             keluarganya sendiri.
12. Dr. Busyi  :Seorang dokter gigi yang menjaga wibawanya, namun pada akhirnya ia ketahuan mencuri gigi emas dari mayat       yang dikubur di pemakaman umum bersama Zaita.

13. Tuan Darwis: Seorang mantan guru yang tersisihkan karena kemajuan zaman, dan merasa putus asa pada dunia. Dia memiliki tingkat pendidikan tertinggi di lorong Midaq.

14. Tuan Ridwan      :Tokoh masyarakat yang sangat dikagumi karena budi pekertinya yang luhur.

15. Faraj Ibrahim:Seorang mucikari yang pandai dalam membujuk para korbannya.

D. . Sudut Pandang: Sudut pandang orang ketiga serba tahu
E. Latar tempat: Mesir, daerah Midaq.
F. Latar waktu: Mesir sekitar tahun 1800-an:

Unsur Ektrinsik

A.  Nilai-nilai : Novel ini mengandung nilai sosial kehidupan yang sangat kental dan dibubuhi dengan sedikit nilai keagamaan.

B. Gaya Bahasa   : Bahasa sehari-hari

C. Kepengaranngan: Pengarang adalah sastrawan mesir terkenal yang meraih penghargaan Nobel.

Keunggulan       
    
                 Bahasa yang digunakan dalam novel ini sangat mudah dicerna sehingga tidak sulit untuk dipahami. Tema yang diangkat juga merupakan realita dan permasalahan yang sering kita jumpai di kehidupan nyata. Di samping itu, pesan tersirat yang ingin disampikan penulis sangatlah banyak juga mendalam. Penggambaran latar tempat dalam novel ini juga sangat detail, seolah-olah pembaca langsung dibawa ke dalam suasana mesir pada tahun 1800-an.

Kekurangan

                 Tidak adanya pembahasan tokoh tertentu dalam novel ini, sehingga beberapa kisah tokoh-tokoh tertentu itu dirasa ngambang. Seperti kisah rumah tangga nyonya Saniya Afifi, dan kehidupam Ummu Hamida setelah Hamida pergi. Namun karena saya rasa tokoh utama dalam Novel ini sendiri adalah suasana lorong Midaqnya maka hal itu tidaklah menjadi masalah.

Kesimpulan
                
                 Lorong Midaq merupakan novel yang mengangkat problematika kehidupan penduduk Mesir pada masa penjajahan mesir. Semua kejadian dalam novel ini sangat sarat dengan nilai sosial dan pesan-pesan moral. Bagaiamana cara dan gaya penulis mengangakat tema sehari-hari dalam novel ini patut diacungi jempol. Saya rasa, novel ini sangat cocok untuk dikonsumsi oleh semua kalangan.

Reaksi:

2 comments:

  1. BOLAVITA SITUS JUDI ONLINE TERPERCAYA

    NEW MEMBER BONUS SPORTBOOK 10%

    NEW MEMBER BONUS LIVE KASINO 10%

    NEW MEMBER TEMBAK IKAN 10%

    NEW MEMBER SABUNG AYAM 10%

    NEW MEMBER TANGKAS GAME 10%

    ROLLINGAN KASINO LIVE ( BONUS RELOAD 0.7% )

    BONUS CASHBACK MINGGUAN SPORTS HINGGA 10%

    POTONGAN TOGEL ONLINE KLIK4D DAN ISINLIVE FULL

    BONUS REFERENSI KAWAN 7%


    Dan masih banyak lagi bonus-bonus lainnya yang bisa anda dapatkan.

    Tunggu Apalagi Langsung Daftar & Bermain bersama kami

    Untuk Informasi lebih lanjut silahkan Hubungi Customer Service kami :


    Boss Juga Bisa Kirim Via :
    Wechat : Bolavita
    WA : +62812-2222-995
    Line : cs_bolavita
    BBM PIN : BOLAVITA ( Huruf Semua )

    ReplyDelete

Total Tayangan

Popular Posts